4 Hal Wajib yang Perlu Kamu Tau Tentang Imlek

Topik Seru

Wah imlek sudah semakin dekat nih. Tahu ga sih imlek itu tradisi untuk mengawali tahun baru bagi kaum Tionghoa. Dipercaya imlek dapat membawa rejeki dan keberuntungan dalam segala aspek. Nah kali ini admind akan membahas tentang imlek loh!

Imlek adalah salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu oleh para kaum Tionghoa. Selama perayaan imlek banyak tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Tradisi ini dapat berupa pantangan dan hal-hal yang perlu dilakukan sebelum dan saat imlek berlangsung.

Pada malam sebelum Imlek, misalnya, keturunan Tionghoa mempunyai tradisi untuk berkumpul di rumah kerabat tertua. Sejumlah makanan khas imlek akan jadi suguhan di pertemuan. Selain itu, budaya memberi uang dalam amplop merah atau angpau pun masih terus berlangsung hingga sekarang. Para orang tua memberikannya kepada anggota keluarga yang lebih muda, dari anak-anak sampai dewasa yang belum menikah.

Penampilan

Penampilan Dalam tradisi Imlek, ada sejumlah anjuran yang sudah menjadi tradisi mutlak pada saat imlek. Misalnya harus mengenakan pakaian baru berwarna merah. Di budaya Tionghoa, warna merah adalah simbol dari rezeki dan keberuntungan. Adapun “status” baru untuk baju adalah simbolisasi harapan di tahun mendatang para pemakainya juga diharapkan mendapatkan rezeki yang baru. Pakaian baru ini tidak hanya untuk baju luar yang dipakai untuk bertamu atau menerima kunjungan pada malam menjelang Imlek, tetapi juga berlaku pada pakaian untuk tidur, pakaian dalam, bahkan seprei.

Memotong Rambut

Ada juga tradisi lainnya yaitu memotong rambutnya setiap menjelang Imlek yang di[ercaya untuk membuang sial. Serba pantang Selain segala “keharusan”, Imlek juga punya banyak daftar “pantangan”. Semua larangan ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada tahun yang akan datang. Selama Imlek berlangsung, para keturunan Tionghoa dilarang keras untuk membersihkan rumah. Bahkan, memegang sapu saja dihindari selama perayaan tahun baru Imlek itu karena dipercaya bisa menyapu rejeki yang datang. Bahkan, apabila ada barang yang pecah seperti piring maupun gelas hanya boleh dikumpulkan dan tak boleh dibuang selama perayaan Imlek karena benda yang pecah dapat diartikan sebagai perlambang kesialan. Hal ini sama seperti larangan membuang sampah selama Imlek. Sampah-sampah akan dikumpulkan di rumah sepanjang hari Imlek dan baru keesokan harinya dibuang ke luar rumah. Membuang sampah pada hari Imlek sama saja membuang rezeki yang datang selama satu tahun ke depan.

Pantang Mengenakan Baju Berwarna Putih

Larangan lain selama Imlek adalah menggunakan baju berwarna putih. Bagi orang keturunan Tionghoa, warna putih lambang dari kesedihan dan duka cita. Oleh karena itu, baju putih biasa dikenakan pada saat peringatan kematian seseorang. Bahkan soal makanan, selama Imlek pantang menyajikan dan makan bubur dan tahu putih. Warnanya dianggap sebagai lambang kedukaan seperti halnya dengan baju. Dan lagi, bubur dianggap sebagai perlambang kemiskinan. Oleh karena itu, orang yang menyantap bubur saat Imlek diyakini akan mengalami kemiskinan pada satu tahun ke depan. Tradisi dan pernak-pernik lain seperti hari raya lainnya, saat Imlek pun disajikan berbagai hidangan khas yang selalu membuat rindu.

Makanan Wajib

Adapun makanan yang biasa disajikan di hari imlek. Makanan yang biasa disajikan memiliki arti tersendiri untuk membawa rejeki ataupun membawa peruntungan.

1. Kue Keranjang

Kue keranjang dipercaya bahwa kue ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga. Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersama, rukun dan bulat tekadnya dalam menghadapi tahun yang akan datang.

2. Buah Jeruk

Orang keturunan Tionghoa menganggap bahwa buah jeruk adalah buah pembawa rejeki, warna oren yang cantik juga dianggap sebagai lambang emas yang berkonotasi pada uang. Selain itu Jeruk juga mempunyai maknanya tersendiri. Siklus buah jeruk berasal dari sebuah pohon jeruk. Pohon jeruk berasal dari biji jeruk. Sebuah biji bisa membuahkan banyak buah jeruk. 1 buah jeruk menghasilkan banyak biji jeruk.

Hanya saja bagi mereka yang giat dan rajin, akan mengumpulkan biji jeruk agar di tanam kembali. Dan sampai saatnya nanti akan menjadi banyak pohon jeruk. Bila 1 buah jeruk dapat menghasilkan banyak sekali biji jeruk, maka satu keranjang jeruk jika ditanam akan menjadi kebun jeruk. Ibarat Rejeki, datang dari sebuah usaha dan kerja keras. Ketika mendapatkan sesuatu harus disyukuri dan kembali berbuat kebaikan, untuk terus menanam di ladang yang subur, agar bila saatnya tiba semua rejeki dan kebahagiaan akan tidak pernah habis.

3. Mie

Selain kue keranjang dan buah jeruk, ada menu wajib yang harus disediakan di meja makan adalah mie. Mie diyakini sebagai simbol panjang umur dan keberuntungan terus-menerus sepanjang setahun ke depan. Olahan daging, ayam, dan ikan, juga menjadi hidangan yang harus disajikan pada perayaan Imlek. Tetapi khusus sajian ikan wajib disajikan utuh agar rezeki pada tahun selanjutnya juga utuh tidak ada yang terpotong. Makanan seperti manisan buah, permen, dan kue keranjang juga tidak ketinggalan di setiap rumah warga Tionghoa saat Imlek. Karena makanan yang manis dan lengket dipercaya melambangkan harapan rezeki yang datang selalu manis dan hubungan keluarga selalu harmonis.

ideapa.id mengucapkan Selamat tahun baru imlek bagi yang merayakan. Kami berdoa semoga semua rejeki yang baik semakin ditambahkan dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik. Bagi para pelaku bisnis semoga di tahun babi ini membawa banyak rejeki dan kami pun siap untuk membantu anda dalam kebutuhan digital marketing anda bagi anda yang menjual barang maupun jasa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *