BUG Go-Pay Dengan Google Play Card?? Ini Tanggapan Gojek

Teknologi Topik Seru

ideapa.id — Beberapa hari yang lalu di berbagai sosial media banyak perbincangan dengan topik yang sama, yaitu Bug Go-Pay dengan Google Play Card. Bagaimana enggak? Bug ini bisa kasih pengguna saldo Google Play Gift Card seharga 500k, cuma dengan modal 22 ribu rupiah saja! Gila ya?

Cara Kerja Bug Google Play Card

Bug GPC (Google Play Gift Card) ini bekerja dengan cara membeli voucher Google Play Card (GPC) dengan Go-Bill. Misalnya voucher yang bernilai 500 ribu rupiah dapat dibeli dengan saldo Go-Pay 22 ribu saja. Akan tetapi transaksi ini akan berdampak pada saldo yang dimililki pengguna go-jek berubah menjadi minus sesuai dengan jumlah GPC yang dibeli.

Dari ratusan ribu sampai dengan jutaan rupiah, tidak sedikit pihak yang memanfaatkan bug ini untuk kepentingan pribadi. Tentunya, banyak orang memanfaatkan Bug Go-Pay ini, bayangkan berapa kerugian yang ditanggung pihak GO-Pay?

Baca juga : Hadirnya Silicon Valley Menjadi Harapan Terbesar IT di Indonesia

Bertepatan Dengan April Mop

Banyak orang yang beranggapan kejadian ini merupakan cara dari Gojek untuk mengerjai pengguna karena kejadian ini bertepatan dengan hari April Mop yaitu pada tanggal 1 April. Namun kemarin tanggal 4 April 2019 Vice President Corporate  Comunication Gojek Kristy Nelwa memberikan tanggapan. Bahwa isu kesalahan teknis berupa bug pada salah satu fitur aplikasi gojek tersebut telah dibenahi dan diselesaikan dengan cepat tanpa ada masalah.

“Saat ini isu tersebut sudah teratasi dengan baik. Tidak ada kerugian yang dialami gojek maupun konsumen gojek” Ujar Kristy.

Dia juga menjelaskan bahwa kedepannya Go-jek akan memastikan seluruh sistem dan proses yang kuat agar hal tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. Kristy pun mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menanggapi informasi yang telah beredar di publik.

Menurut Kristy pihak Gojek tidak pernah menagih oknum yang memanfaatkan bug pada Go-pay melalui media apapun termasuk WhatsApp atau Email. Banyak beredar screenshot sebuah percakapan whatsapp mengenai penagihan kepada oknum pengguna bug dengan gopay senilai Rp 453.749. Dan waktu pelunasan tagihan tersebut adalah 30 April 2019, apabila tidak dilunasi sebelum tanggal tersebut maka pihak gojek akan melakukan tindakan hukum. Kristy sebagai Vice President Corporate  Comunication Gojek menyatakan bahwa pesan bernada ancaman tersebut adalah HOAX.

Baca juga : 4 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Jasa Digital Marketing

Beliau pun menjelaskan bahwa tidak ada kerugian yang dialami oleh pihak gojek maupun konsumen sehingga pihak gojek tidak akan menagih uang karena kesalahan Gojek sendiri ke konsumen yang memanfaatkan bug tersebut. Lagipula Gojek memiliki sebuah fasilitas untuk Bug Hunter, dimana kalian bisa mencari bug yang terdapat di salah satu fitur Gojek dan melaporkannya. Tentu saja kalian akan mendapatkan sebuah reward dari Gojek dengan melaporkan bug tersebut. Reward yang didapat tergantung dengan tingkat kesulitan bug tersebut. Kalian dapat melaporkan bug tersebut melalui link ini.